MEDIASMART.ID – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali menjadi sorotan publik. Selain baru kembali dipercaya memimpin perusahaan listrik negara tersebut, peningkatan kekayaannya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga menarik perhatian masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai kekayaan Darmawan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari Rp30,15 miliar pada 2021 menjadi Rp70,93 miliar pada 2023, dan mencapai Rp110,07 miliar pada laporan tahun 2025.
Darmawan pertama kali menjabat sebagai Direktur Utama PLN pada Desember 2021 berdasarkan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Wakil Direktur Utama PLN sejak 2019. Pada Juni 2026, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), ia kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin perusahaan tersebut.
Berdasarkan data LHKPN tahun 2025, total kekayaan Darmawan tercatat sebesar Rp110,07 miliar setelah dikurangi kewajiban atau utang. Sebagian besar aset yang dimilikinya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah, seperti Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bantul, Klaten, dan Depok. Nilai keseluruhan aset properti tersebut mencapai lebih dari Rp45 miliar.
Selain aset properti, Darmawan juga memiliki berbagai kendaraan dengan total nilai lebih dari Rp1,2 miliar. Beberapa kendaraan yang tercatat dalam laporan tersebut antara lain mobil listrik Hyundai Ioniq, kendaraan listrik Denza D9, serta sejumlah sepeda motor listrik. Ia juga memiliki surat berharga bernilai lebih dari Rp20 miliar dan kas serta setara kas yang mencapai hampir Rp43 miliar.
Jika dibandingkan dengan laporan kekayaan tahun 2023, terjadi peningkatan yang cukup besar. Pada periode tersebut, total kekayaan Darmawan tercatat sekitar Rp70,93 miliar. Kenaikan nilai aset dalam dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan kekayaan yang signifikan, terutama pada sektor properti dan kas yang dimiliki.
Di sisi lain, PLN saat ini tengah menghadapi sorotan masyarakat terkait sejumlah gangguan kelistrikan yang terjadi di berbagai wilayah. Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha karena dianggap mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Sejumlah pihak bahkan menilai gangguan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan.
Beberapa kalangan masyarakat dan aktivis juga meminta adanya peningkatan kualitas pelayanan serta transparansi dalam penanganan gangguan kelistrikan. Mereka berharap PLN dapat memastikan pasokan listrik yang lebih andal dan meminimalkan risiko pemadaman yang berdampak pada masyarakat.
Meski demikian, PLN terus berupaya melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional melalui berbagai program penguatan infrastruktur dan transformasi layanan. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja perusahaan, peningkatan kekayaan pimpinan PLN menjadi salah satu isu yang turut menarik perhatian dan memunculkan berbagai tanggapan di masyarakat.
Sumber: Tribun News


