MEDIASMART.ID – Jasa Raharja terus mendorong penguatan manajemen risiko sebagai bagian dari transformasi tata kelola perusahaan untuk menghadapi perubahan dan memberikan pelayanan yang semakin adaptif kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Risk Townhall 2026 di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema Transforming Governance for a Sustainable and Resilient Future–Leveraging AI, GRC, ESG & ERM for Smarter Decisions and Resilience, Risk Townhall 2026 menjadi forum komunikasi dan pembelajaran bagi seluruh insan Jasa Raharja. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap isu strategis dan kebijakan perusahaan, membangun budaya kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, serta menumbuhkan kesadaran terhadap tantangan, peluang, dan risiko yang dihadapi perusahaan.
Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban KMP Putri Yasmin di Rumah Sakit Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan, Risk Townhall menjadi momentum untuk mendorong transformasi pengelolaan risiko dari pendekatan yang berfokus pada identifikasi, mitigasi, dan pelaporan menuju risk intelligence yang mampu menghasilkan early warning, predictive analytics, risk insight, dan decision support bagi manajemen.
“Data yang dihasilkan setiap hari di seluruh proses bisnis perusahaan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar laporan operasional,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (19/8/2026).
“Melalui pendekatan risk intelligence, data perlu diolah menjadi informasi dan insight yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan terukur.
Karena itu, membangun risk intelligence merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja, bukan hanya fungsi Manajemen Risiko,” lanjutnya.
Menurut Awaluddin, penguatan risk inteligen pada akhirnya harus menciptakan nilai bagi perusahaan dan masyarakat.
Tak Mau Gagal Lagi, Proyek Food Estate di Kalteng Pakai Manajemen Risiko Lihat Foto Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan fungsi pelayanan publik, pengelolaan risiko harus mendukung keputusan yang semakin adaptif sekaligus menjaga kualitas pelayanan dan keberlanjutan perusahaan.
Jasa Raharja menghadirkan Principal dan Founder Center for Risk Management & Sustainability (CRMS) Indonesia Doktor (Dr) Antonius Alijoyo sebagai pembicara dalam Risk Townhall 2026.
Ia membawakan dua tema utama, yaitu Strategic GRC in the Era of AI: Leveraging Data Analytics and AI Governance for Executive Decision Intelligence serta Executive Stewardship in Sustainability by Design: Integrating ESG into ERM for Organizational Resilience.
Antonius menjelaskan bahwa governance, risk, and compliance (GRC) perlu berkembang dari pendekatan yang dominan pada compliance, kontrol, dan pelaporan berkala menuju intelligent GRC yang menghubungkan data, risk intelligence, keputusan, tindakan, dan pembelajaran berkelanjutan.
Pemanfaatan data analytics dan AI dapat memperkuat kemampuan organisasi dalam melihat pola, mengantisipasi risiko, membandingkan skenario, dan mempercepat respons. Namun, penerapannya harus tetap ditopang tata kelola yang kuat, termasuk kejelasan tujuan, akuntabilitas, integritas data, transparansi, human oversight, dan monitoring.
Dalam pembahasan Sustainability by Design, Antonius menekankan bahwa environmental, social, and governance (ESG) dan keberlanjutan tidak cukup ditempatkan sebagai pelaporan atau pemenuhan kepatuhan.
Sumber: Tribun News


