MEDIASMART.ID – Pemerintah membuka peluang bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan Kereta Trans Sumatera yang direncanakan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan proyek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antardaerah dan memperkuat distribusi logistik di Pulau Sumatera.
Namun, pemerintah berharap pembiayaannya tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Dudy, keterlibatan dunia usaha diperlukan agar pembangunan infrastruktur berskala besar tersebut dapat berjalan lebih optimal tanpa memberikan beban berlebihan kepada keuangan negara.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan pengembangan jaringan rel yang akan menghubungkan wilayah utara hingga selatan Sumatera.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi kereta api yang terintegrasi di pulau tersebut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa saat ini jalur kereta api di Sumatera masih terpisah-pisah dan belum membentuk jaringan yang saling terhubung.
Kondisi tersebut dinilai membatasi mobilitas penumpang dan distribusi barang antardaerah.
Sebagai tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada penyambungan jalur Banda Aceh–Besitang sepanjang sekitar 478 kilometer. Saat ini KAI masih menyusun detail engineering design (DED) sebagai dasar teknis pelaksanaan proyek.
KAI memperkirakan kebutuhan investasi untuk mewujudkan jaringan kereta api yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung mencapai sekitar 20 hingga 25 miliar dolar AS, atau setara kurang lebih Rp448 triliun.
Jika terealisasi, proyek Kereta Trans Sumatera diharapkan menjadi tulang punggung transportasi darat yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendukung distribusi logistik yang lebih efisien di seluruh Pulau Sumatera.
Sumber: Tribun News


