MEDIASMART.ID – Pemerintah mulai mengevaluasi kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja negara. Wacana tersebut muncul setelah adanya pernyataan dari sejumlah pejabat pemerintah mengenai kemungkinan penyesuaian anggaran agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan aktual di lapangan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa keputusan terkait perubahan anggaran Program MBG akan mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan besaran pasti pengurangan anggaran karena masih menunggu proses evaluasi dan perhitungan lanjutan.
Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, untuk menghitung kembali kebutuhan anggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan agar alokasi dana yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan program.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah memperkirakan akan terjadi pengurangan kebutuhan anggaran Program MBG. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pemangkasan program, melainkan hasil dari penataan dan evaluasi anggaran agar penggunaannya menjadi lebih efisien.
Menurut Prasetyo, melalui proses evaluasi yang dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional, pemerintah ingin memperoleh perhitungan yang lebih akurat mengenai total kebutuhan dana. Dengan demikian, pelaksanaan program tetap dapat berjalan tanpa mengurangi tujuan utamanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Pada tahun 2026, anggaran Program Makan Bergizi Gratis ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp335 triliun. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari kebijakan efisiensi fiskal yang sedang dijalankan pemerintah.
Di tengah pembahasan mengenai anggaran MBG, kalangan mahasiswa juga menyampaikan respons terhadap kebijakan tersebut. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek merencanakan aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Aksi yang mengangkat tema “Aksi Menuju Indonesia Bangkrut” tersebut dijadwalkan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa lintas fakultas. Para peserta aksi menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan kerja, serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebijakan anggaran negara, terutama yang berkaitan dengan program prioritas nasional, menjadi perhatian luas dari berbagai kelompok masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan program agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat secara optimal.
Sumber: Tribun Pekanbaru


