MEDIASMART.ID, JAKARTA – Muncul polemik terkait sejumlah aksi demonstrasi di Jakarta setelah beredar pengakuan beberapa peserta yang mengaku menerima uang usai mengikuti kegiatan tertentu.
Salah satu sorotan datang dari pertemuan perwakilan mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada pertengahan Juni 2026.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, beberapa mahasiswa yang hadir mengaku menerima uang setelah kegiatan tersebut.
Dalam rekaman yang viral, seorang mahasiswa menyebut menerima uang sebesar Rp2 juta, sementara mahasiswa lain mengaku memperoleh Rp2,5 juta.
Pengakuan tersebut memicu reaksi dan kritik dari kalangan mahasiswa lainnya. Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno yang turut hadir dalam pertemuan itu juga terekam menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahan di hadapan rekan-rekannya.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai pihak yang memberikan uang tersebut maupun tujuan pemberiannya.
Selain itu, isu serupa juga muncul dalam aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta. Sejumlah peserta yang diwawancarai mengaku menerima uang transportasi dan bingkisan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Informasi mengenai dugaan pemberian uang kepada peserta aksi masih menjadi perbincangan publik dan memunculkan berbagai tanggapan.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan secara menyeluruh mengenai sumber dana maupun mekanisme pemberian uang kepada para peserta yang disebut dalam berbagai pengakuan tersebut.
Kasus ini menambah perhatian publik terhadap transparansi dan independensi dalam berbagai kegiatan aksi massa yang berlangsung di tengah dinamika politik dan sosial nasional.
Sumber: Tribun News


