MEDIASMART.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan konstruktif dari masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan secara langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat menerima belasan perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut digelar di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan dialog itu, Wakil Presiden menerima sebanyak 15 perwakilan mahasiswa. Mereka diketahui berasal dari dua perguruan tinggi di Jakarta, yaitu Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin. Kehadiran para mahasiswa ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, serta menyerahkan dokumen hasil kajian kritis mereka mengenai situasi dan kebijakan nasional saat ini.
Komitmen Memperbaiki Program Nasional
Selama audiensi berlangsung, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian dan keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan fungsi kontrol sosial dari kalangan akademisi agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak anti-kritik, selama aspirasi tersebut disuarakan secara tertib, damai, dan berlandaskan argumen yang kuat.
Di hadapan para perwakilan mahasiswa, Gibran juga mengakui bahwa berbagai program yang sedang berjalan saat ini masih jauh dari kata sempurna. Ia menekankan pentingnya merawat capaian pembangunan yang sudah ada sembari terus mengevaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan. Segala bentuk masukan yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi internal yang krusial bagi jajaran kabinet.
Mahasiswa Suarakan Isu Strategis
Ada berbagai isu nasional yang menjadi sorotan utama mahasiswa dalam dokumen kajian mereka. Beberapa di antaranya meliputi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, sektor pendidikan, urgensi revisi sejumlah regulasi, hingga percepatan pembangunan di wilayah-wilayah tertinggal. Mahasiswa berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kendala implementasi dari program-program strategis tersebut.
Usai pertemuan, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, memberikan respons positif terhadap sikap yang ditunjukkan oleh Wakil Presiden. Menurut Abdi, Wapres menyambut baik kedatangan mereka serta mencatat dengan saksama seluruh poin tuntutan yang disampaikan.
Pihak mahasiswa juga mengapresiasi janji Wapres yang akan segera melakukan audit dan konsolidasi internal terkait poin-poin krusial tersebut. Selain itu, seluruh hasil kajian dari mahasiswa ini dijanjikan akan diteruskan langsung kepada pimpinan tertinggi, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, guna ditindaklanjuti dalam kebijakan strategis mendatang.
Sumber: Tribun News


