MEDIASMART.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah meningkatnya kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada Rabu (10/6/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo tidak hanya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas, tetapi juga menyindir pihak-pihak yang dinilainya gemar mengkritik pemerintah tanpa memberikan solusi nyata.
Dalam pidatonya, Prabowo menggunakan istilah “nye nye nye” untuk menggambarkan kelompok yang menurutnya hanya banyak mengeluh dan melontarkan kritik tanpa kontribusi yang jelas bagi pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak kerja nyata dibandingkan sekadar komentar atau sindiran yang tidak menghasilkan perubahan.
“Kalau nye nye nye, nye nye nye terus, pasti bukan kerja untuk Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan ruang publik.
Selain menyinggung pengkritik pemerintah, Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang dianggap berupaya memecah belah persatuan bangsa. Menurutnya, siapa pun yang sengaja menghasut dan menciptakan perpecahan tidak sedang bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. Ia menilai persatuan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun politik yang sedang dihadapi negara.
Pernyataan Presiden tersebut muncul di tengah situasi politik yang cukup dinamis. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Isu yang disorot antara lain harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), penggunaan anggaran negara, hingga pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional.
Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan hanya dengan kritik semata. Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih fokus pada solusi dan kontribusi nyata dibandingkan memperbesar perbedaan pandangan yang berpotensi memicu konflik sosial.
Meski demikian, pernyataan tersebut juga memicu beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai sindiran “nye nye nye” merupakan kritik terhadap kelompok yang hanya menyampaikan keluhan tanpa menawarkan jalan keluar. Namun, ada pula yang menilai bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati karena berfungsi sebagai pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa ruang demokrasi tetap menjadi arena penting bagi pertukaran gagasan dan evaluasi kebijakan publik. Di satu sisi, pemerintah menginginkan stabilitas dan dukungan terhadap program pembangunan. Di sisi lain, masyarakat menuntut keterbukaan serta kesediaan pemerintah menerima kritik dan masukan.
Melalui pidato tersebut, Prabowo menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh mengorbankan persatuan bangsa. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan kepentingan nasional dan berkontribusi melalui tindakan nyata, bukan sekadar “nye nye nye” yang menurutnya tidak memberikan manfaat bagi kemajuan Indonesia.
Sumber: Tribun News


