MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat dan terukur menyusul kabar penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Para relawan tersebut diketahui mengikuti pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang berlangsung di wilayah perairan internasional Laut Mediterania.
Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Cicu itu menilai pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, harus segera melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak internasional demi memastikan keselamatan seluruh relawan asal Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan para relawan di kawasan tersebut murni untuk membawa bantuan bagi warga Palestina yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan di Gaza.
Menurut Cicu, kabar penahanan relawan Indonesia tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi keluarga para relawan yang kini menunggu kepastian kondisi dan keselamatan anggota keluarganya. Ia berharap pemerintah tidak terlambat mengambil langkah diplomasi agar para WNI tersebut dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat ke Indonesia.
Cicu menekankan bahwa para relawan yang mengikuti misi kemanusiaan itu bukan bagian dari kelompok bersenjata maupun pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Mereka datang membawa bantuan berupa obat-obatan dan kebutuhan pokok untuk membantu warga sipil Palestina yang sedang mengalami kesulitan akibat konflik berkepanjangan.
Ia juga meminta pemerintah memaksimalkan jalur diplomasi internasional, termasuk membangun komunikasi dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dan pengaruh di kawasan Laut Mediterania. Menurutnya, langkah diplomatik yang cepat sangat diperlukan agar proses pembebasan relawan Indonesia dapat segera dilakukan tanpa memperpanjang ketidakpastian.
“Kita berharap ada langkah cepat dan terukur agar seluruh WNI bisa segera dipulangkan dengan selamat,” ujar Cicu.
Sementara itu, keluarga salah satu relawan asal Makassar yang dikabarkan ditahan Israel, Andi Angga Prasadewa, juga berharap pemerintah segera turun tangan membantu proses pembebasan. Ibunda Angga, Sutrawati Kaharuddin, mengaku hanya bisa berharap kepada pemerintah karena keluarga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan upaya diplomasi secara langsung.
Sutrawati meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap nasib putranya dan relawan Indonesia lainnya. Ia berharap pemerintah dapat segera memastikan keselamatan anaknya serta membantu memulangkannya ke tanah air.
Dengan suara penuh harap, Sutrawati mengatakan bahwa putranya berangkat bukan untuk terlibat dalam konflik, melainkan menjalankan misi kemanusiaan. Menurutnya, Angga hanya membawa bantuan berupa obat-obatan dan kebutuhan dasar bagi warga Palestina yang sedang mengalami krisis pangan dan kemanusiaan.
Ia juga menegaskan bahwa anaknya selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan Angga dalam misi bantuan internasional disebut merupakan bentuk kepedulian terhadap penderitaan warga sipil di Palestina, bukan tindakan yang berkaitan dengan aktivitas politik maupun kekerasan.
Kabar penahanan relawan Indonesia ini pun mendapat perhatian luas dari masyarakat Sulawesi Selatan. Banyak pihak meminta pemerintah pusat bergerak cepat agar keselamatan para WNI dapat terjamin. Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemanusiaan turut menyampaikan dukungan moral kepada keluarga relawan yang saat ini diliputi rasa cemas.
Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan relawan kemanusiaan di wilayah konflik internasional. Misi kemanusiaan yang seharusnya bertujuan membantu warga sipil sering kali menghadapi tantangan besar di lapangan, termasuk risiko penahanan maupun ancaman keselamatan akibat ketegangan politik dan militer.
Meski demikian, dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan bagi Palestina masih terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Banyak pihak menilai bantuan kemanusiaan tetap penting diberikan untuk membantu warga sipil yang terdampak perang dan krisis berkepanjangan di Gaza.
Pemerintah Indonesia sendiri diharapkan dapat menggunakan seluruh jalur diplomasi yang tersedia untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Selain memastikan keselamatan relawan, langkah diplomatik juga dinilai penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi warga negaranya di luar negeri, terutama mereka yang menjalankan misi sosial dan kemanusiaan.
Hingga saat ini, keluarga para relawan masih menunggu perkembangan terbaru terkait kondisi dan keberadaan anggota keluarganya. Mereka berharap ada kabar baik dalam waktu dekat dan seluruh relawan Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Sumber: Tribun Makassar


