SMARTPEKANBARU.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan listrik secara aman dan bertanggung jawab. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan edukasi kepada generasi muda lewat program Srikandi PLN Goes to School yang digelar di SMK Negeri 2 Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dikemas dalam sharing session bertajuk “Tertib Listrik: Penggunaan Listrik Aman, Cegah Kebakaran”. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, PLN berharap para siswa memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap potensi bahaya listrik serta mampu menerapkan penggunaan listrik yang aman baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan itu, Srikandi PLN UIP Sumbagteng, Rahma NA, hadir sebagai pemateri utama. Ia memberikan penjelasan mengenai pentingnya budaya tertib listrik di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat modern. Ratusan siswa tampak mengikuti sesi edukasi dengan antusias karena materi yang disampaikan dinilai sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari mereka.
Rahma menjelaskan bahwa listrik saat ini telah menjadi kebutuhan utama yang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, hingga komunikasi sehari-hari sangat bergantung pada energi listrik. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan listrik yang tidak sesuai standar keselamatan dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting hingga kebakaran.
Menurutnya, masih banyak kasus kebakaran yang terjadi akibat kelalaian dalam menggunakan peralatan listrik. Instalasi yang tidak aman, penggunaan colokan listrik secara berlebihan, serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan menjadi beberapa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan listrik.
Karena itu, Rahma menekankan pentingnya edukasi mengenai penggunaan listrik aman sejak usia sekolah. Ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat menggunakan energi listrik secara bijak dan tidak sembarangan dalam memanfaatkan peralatan elektronik.
Dalam pemaparannya, Rahma juga memberikan sejumlah tips sederhana untuk mencegah potensi bahaya listrik. Salah satunya adalah menghindari penggunaan terminal listrik secara berlebihan atau menumpuk terlalu banyak colokan dalam satu sumber listrik. Kebiasaan tersebut sering dianggap sepele, padahal dapat menyebabkan panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk menggunakan peralatan listrik yang telah memenuhi standar nasional. Perangkat elektronik yang tidak memiliki standar keamanan berisiko lebih besar mengalami kerusakan dan memicu gangguan listrik. Rahma juga menyarankan agar perangkat elektronik yang tidak digunakan segera dimatikan untuk mengurangi risiko korsleting sekaligus menghemat penggunaan energi.
Tidak hanya itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda awal gangguan listrik yang perlu diwaspadai. Beberapa di antaranya seperti kabel yang terasa panas, stop kontak yang mengeluarkan percikan api, hingga munculnya bau hangus dari instalasi listrik. Menurut Rahma, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda awal terjadinya kerusakan instalasi yang berbahaya.
Suasana sharing session berlangsung interaktif dan komunikatif. Para siswa terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penggunaan listrik di rumah maupun di sekolah. Beberapa siswa bahkan bertanya mengenai cara menangani korsleting sederhana serta langkah pertama yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran akibat listrik.
Rahma menyambut baik antusiasme para pelajar dalam kegiatan tersebut. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik mengenai keselamatan ketenagalistrikan, para siswa diharapkan dapat menerapkan perilaku tertib listrik sekaligus menyebarkan informasi tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman dapat membantu menekan angka kecelakaan maupun kebakaran yang disebabkan oleh gangguan listrik.
Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN UIP Sumbagteng dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan. PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik, tetapi juga berupaya membangun budaya penggunaan listrik yang aman, efisien, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Kepala SMK Negeri 2 Pekanbaru, Kamal Majdi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Srikandi PLN. Menurutnya, materi mengenai keselamatan penggunaan listrik sangat relevan bagi para siswa, terutama di era modern ketika penggunaan perangkat elektronik semakin meningkat.
Ia menilai edukasi seperti ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan sekitar. Dengan adanya pemahaman tersebut, para siswa diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik sehari-hari.
Kamal juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya budaya tertib listrik. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan positif yang dapat mengurangi risiko kecelakaan listrik di masyarakat.
Melalui kegiatan sharing session tersebut, PLN UIP Sumbagteng berharap para pelajar semakin memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan serta mampu menerapkan pola penggunaan energi yang aman dan efisien. Edukasi kepada generasi muda dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya penggunaan listrik yang bertanggung jawab demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Sumber: TRibun Pekanbaru


