Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
MEDIASMART.ID – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid menyoroti soal ketiadaan kantor cabang urusan haji di sejumlah kabupaten/kota, terutama di wilayah Jawa Tengah.
“Sampai sekarang ini, kami belum tahu, ya, Pak Menteri belum ada laporan kepada kami, kaitannya dengan keberadaan kantor urusan haji di tingkat kabupaten kota,” kata Abdul dalam rapat bersama Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf dan jajaran di Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Politikus Partai Gerindra ini mempertanyakan soal ketersediaan dan kesiapan kantor urusan haji dan umrah tingkat daerah dalam melayani calon jemaah.
Secara khusus, Abdul menyoroti daerah-daerah di Jawa Tengah yang belum mempunyai kantor urusan haji. Pengacara Yaqut Ungkap Arahan DPR soal Kuota Haji: Kasih Semua ke Haji Khusus, Jangan Reguler Manusia, Hukum, dan Merdeka.
Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan jumlah calon jemaah haji terbanyak di Indonesia.
“Kalau di Jawa Tengah, ini mohon maaf ini segera, kami mohon karena terus terang Jawa Tengah ini kan terbesar nomor tiga,” kata Abdul.
Menurut dia, ada beberapa kabupaten/kota yang tak ada kantor urusan haji dan umrah atau kekurangan sumber daya manusia (SDM), antara lain di Blora, Kudus, Brebes, Pemalang, Kendal, Kebumen, Banjarnegara, Solo, Boyolali, dan Wonogiri.
“Ini sampai sekarang belum ada Pak Menteri, personelnya, bahkan ada personel cuma satu, atau cuma dua, bahkan kantornya aja yang belum ada, ya,” ucap Abdul.
Menhaj Minta PPIU Tak Anggap Umrah Mandiri sebagai Ancaman Bisnis “Saya lihat di, kemarin di Demak saya lihat itu kantornya nyewa, ya, sewa. Personelnya juga masih kurang, ya. Itu saya lihat di Kudus cuma dua tenaganya, kantornya sudah ada,” imbuh dia.
Abdul meminta Kementerian Haji dan Umrah segera memenuhi kebutuhan ini guna mengoptimalkan pelayanan masyarakat.
“Ini jemaah sebentar lagi sudah eh mulai kita, ini kan pendaftaran, mulai sekarang itu kaitannya dengan paspor, ya, dan yang lain, pelunasan, ya.
Ini sampai sekarang ini tenaga di bawah ini menjerit. Jadi tolong Pak Menteri segera ambil tindakan ini untuk memenuhi daripada SDM yang ada di masing-masing kantor,” kata dia.
Sumber:Tribun News


