MEDIASMART.ID – Aliansi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akan menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (22/10/2026).
Aksi bertajuk “Rapor Merah Prabowo-Gibran” tersebut semula diagendakan berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Namun, lokasi aksi akhirnya dialihkan ke kawasan sekitar kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta Timur.
Aksi ini dijadwalkan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
“Kami akan menggelar aksi, tetapi untuk titiknya berpindah jadi di Rawamangun,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi UNJ, Afzaki, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis.
Afzaki mengungkapkan, awalnya mahasiswa UNJ berencana menggelar aksi bersama sejumlah universitas lain.
Namun, beberapa kampus kemudian membatalkan agenda aksi sehingga UNJ akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi demonstrasi ke sekitar kampus mereka demi alasan keamanan.
“Dari kawan-kawan kampus lain yang membersamai tidak jadi turun. Dengan segala pertimbangan untuk kami tetap turun, adalah melaksanakan aksi di Rawamangun dengan massa yang lebih banyak dan lebih aman,” tutur Afzaki.
Ia pun menyebutkan bahwa aksi hari ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah mahasiswa UNJ akan ikut serta dalam eskalasi aksi mahasiswa yang direncanakan digelar pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.
“Rencananya aksi hari ini juga akan menjadi penentu apakah kita akan berjilid di 28 atau tidak,” ujarnya.
Adapun, dalam aksi hari ini, mahasiswa UNJ membawa lima tuntutan, yaitu:
1. Menetapkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana berskala nasional
2. Mengusut tuntas dalang di balik karhutla di Kalimantan
3. Mengembalikan sepenuhnya dana pendidikan
4. Mengoreksi kekuasaan militeristik yang menjalar luas
5. Mengevaluasi pembengkakan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sumber: Tribun News


