
SMARTMEDIA.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, di Kantor Kementerian PU, Kamis (03/09/2026).
Pertemuan tersebut membahas arah pembangunan infrastruktur yang semakin produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Hashim menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
Dody menyambut baik masukan yang disampaikan Hashim.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan.
“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi pada akhirnya yang ingin kita lihat adalah semakin banyak orang yang bekerja, semakin banyak keluarga yang memiliki penghasilan, dan semakin banyak masyarakat yang dapat keluar dari kemiskinan. Salah satunya melalui program-program padat karya yang terus kami dorong,” kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (04/09/2026).
Selain aspek ekonomi dan sosial, Hashim juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian PU untuk meningkatkan penerapan prinsip infrastruktur hijau dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur.
“Infrastruktur hijau menjadi bagian penting dari ikhtiar itu, karena apa yang kita bangun hari ini pada akhirnya akan menjadi titipan bagi generasi setelah kita,” tutur Dody.
Dody mengatakan, berbagai masukan yang disampaikan Hashim menjadi bahan penting bagi Kementerian PU dalam mengarahkan pembangunan agar semakin efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Dody, masukan tersebut sejalan dengan arah visi PU608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sekaligus mendukung pencapaian sasaran nasional.
Sasaran tersebut antara lain mendorong Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, serta menopang pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Dody mengatakan, infrastruktur diharapkan tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga mampu membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kementerian PU terus mendorong pembangunan infrastruktur yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
Setiap pembangunan jalan, penyediaan air, pengelolaan sumber daya air, hingga program berbasis padat karya diarahkan agar memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber: Tribun News


