SMARTMEDIA.ID – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengungkapkan 5 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dikerahkan untuk membantu penanggulangan bencana akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.
Hal itu disampaikan Piek saat melaporkan kondisi penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, Rabu (26/8/2026).
“Siap izin melaporkan bapak. Untuk di Pulau Flores, satu Batalyon TP. Kemudian di NTT sendiri semuanya ada 5. 1 di Flores, 2 di Pulau Timor, 2 ada di Pulau Sumba,” kata Piek.
Usai Gempa: Agar Konsentrasi Tak Terpecah Menurut dia, dua batalyon yang berada di Pulau Timor juga dikerahkan ke Pulau Flores untuk memperkuat penanganan bencana.
Prabowo Janji Kapolda dan Pangdam Riau Bakal Naik Pangkat, jika… Jalan Terjal Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Menggelar Aksi di Jakarta Prabowo kemudian menanyakan kembali apakah dua batalyon dari Pulau Timor tersebut telah dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa. “Siap sudah. Seluruhnya TNI ada 7.879 personel,” ujar dia.
Prabowo Ingin Tiap Provinsi Punya Lumbung Cadangan Makanan Selain personel, TNI juga mengerahkan kapal ADRI untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa. Kapal tersebut difungsikan sebagai rumah sakit terapung dan saat ini berada di Pelabuhan Reo.
Piek menambahkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) juga memberikan dukungan berupa tambahan bahan bakar minyak (BBM) untuk memperkuat operasional kapal tersebut.
Pimpin Rapat Penanganan Bencana dalam Tenda Dalam kesempatan tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita juga melaporkan kepada Prabowo bahwa sejumlah alat yang dikerahkan untuk mendukung penanganan gempa bumi NTT.
“Kami juga mengerahkan yang ada di Kodam Udayana, ambulans, kemudian ada ekskavator, dump truk yang mungkin kemudian dimanfaatkan oleh kementerian PU. Di Yon TP ini kan ada 2 ekskavator pak. Kemudian Pangdam Udayana memobilisasi dari tempat-tempat lain,” jelas Tandyo.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 103 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).
“Pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal, menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan, dalam jumpa pers virtual, pada Selasa (25/8/2026).
Penyintas Gempa di NTT Berton melaporkan, jumlah korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, serta Nagekeo dan sejumlah kabupaten lainnya. Berdasarkan jenis kelamin, 55 persen korban meninggal dunia merupakan perempuan, sedangkan 45 persen lainnya laki-laki.
Sumber: Tribun News


