MEDIASMART.ID — Swiss melalui Center for Electronics and Microtechnology (CSEM) mengajak Indonesia menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi masa depan yang berkelanjutan.
Lembaga inovasi nirlaba yang berdiri sejak 1984 itu ingin memperluas kolaborasi ke Asia Tenggara dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu fokus utama.
Menurut Vice President Marketing & Business Development CSEM, Bahaa Roustom, kerja sama dapat dimulai melalui pembahasan antarpemerintah (G2G), mencontoh model kolaborasi Swiss–Korea Selatan yang berhasil menghubungkan industri, lembaga riset, dan pengembangan teknologi.
CSEM dikenal sebagai “pabrik inovasi” yang menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan industri.
Dengan dukungan lebih dari 650 ilmuwan, CSEM berfokus pada energi berkelanjutan, teknologi digital, dan manufaktur presisi, serta menawarkan pendampingan hingga industri mampu mengembangkan teknologi secara mandiri.
Sumber: Tribun News


