MEDIASMART.ID – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, meminta pemerintah memperkuat kepercayaan investor, pelaku pasar, dan masyarakat menyusul munculnya sentimen “Sell Indonesia” di pasar keuangan.
Istilah “Sell Indonesia” merujuk pada aksi jual aset-aset Indonesia oleh investor global akibat menurunnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional.
Menurut Amin, kondisi tersebut harus disikapi secara bijak dengan meningkatkan komunikasi dan kepastian kebijakan ekonomi.Ia menilai Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, sektor keuangan, maupun ketahanan dalam menghadapi gejolak global.
Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, kepercayaan pasar tetap menjadi faktor penting yang harus dijaga.Amin mengatakan pasar keuangan sangat bergantung pada kepastian dan konsistensi kebijakan.
Karena itu, pemerintah perlu menyampaikan arah kebijakan ekonomi secara lebih jelas, terukur, dan mudah dipahami agar optimisme investor terhadap Indonesia tetap terpelihara.Selain itu, ia mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Meski demikian, menurutnya upaya tersebut perlu didukung dengan komunikasi yang lebih intensif kepada publik dan pelaku pasar.Ia juga mendorong percepatan reformasi ekonomi di berbagai sektor, seperti peningkatan kemudahan investasi, penguatan industri nasional, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Menurut Amin, penguatan kepercayaan pasar tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Amin optimistis Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di kawasan karena memiliki pengalaman dan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
Ia menekankan pentingnya koordinasi yang kuat, konsistensi kebijakan, serta peningkatan kualitas tata kelola dan komunikasi ekonomi agar keyakinan investor dan masyarakat tetap terjaga.
Sumber: Tribun News


