JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM — Isu mengenai larangan penggunaan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan belum ada kebijakan maupun arahan resmi pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan atau kapasitas mesin.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang memuat daftar kendaraan tertentu yang disebut tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite mulai awal Juni mendatang. Informasi tersebut memicu kebingungan di tengah masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, , menegaskan kabar tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari pemerintah dan regulator,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/5).
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan mandat distribusi energi sesuai kebijakan resmi pemerintah. Karena itu, pihaknya memastikan belum ada aturan mengenai pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan maupun kapasitas mesin.
Di tengah berkembangnya narasi tersebut, Pertamina juga memastikan distribusi dan penyaluran Pertalite masih berlangsung normal di seluruh wilayah layanan. Perusahaan menilai informasi viral terkait daftar kendaraan yang dilarang membeli BBM subsidi tidak dapat disamakan dengan implementasi program Subsidi Tepat yang saat ini berjalan.
Program tersebut, kata Pertamina, bertujuan mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran, bukan membatasi akses BBM berdasarkan merek kendaraan tertentu.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar lebih cermat menyaring informasi yang beredar di ruang digital, terutama terkait kebijakan energi subsidi. Publik diminta memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum menyebarluaskannya.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.


