MEDIASMART.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah terjadi selama berbulan-bulan masih melanda Indonesia hingga Rabu (14/10/2026).
Bahkan, asap kabut yang timbul dari karhutla kini sudah mencapai ke negara lain, sampai mereka ‘berteriak’.
Kebakaran ini diakibatkan oleh sejumlah perusahaan yang sengaja membakar hutan demi membuka lahan.
Kondisi diperparah dengan Indonesia yang sedang dilanda fenomena El Nino saat ini.
Kendati demikian, Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam.
Bergerak langsung ke lokasi karhutla tanpa masker
Pada 22 Agustus 2026 lalu, Prabowo meninjau langsung salah satu titik karhutla di Kalimantan Barat.
Prabowo tidak mengenakan masker saat meninjau salah satu titik kebakaran.
Di lokasi, Prabowo mengamati kondisi lahan sambil menerima laporan dari pejabat setempat.
Sejumlah petugas terlihat melakukan pemadaman dengan selang yang mengalirkan air.
Asap atau kabut tipis terlihat menyelimuti area peninjauan.
Jalur menuju titik peninjauan juga berupa tanah gambut yang berada di atas parit dalam kondisi kering.
Tidak hanya Kalimantan Barat, Prabowo juga mengecek titik karhutla di Kalimantan Tengah hingga Riau.
Setelah mengecek langsung, Prabowo menyatakan, pemerintah terus berupaya menghentikan perluasan titik api akibat karhutla.
“Saya kira ya kita, saya sudah lihat situasi, kita ikuti terus, kita ambil langkah-langkah ya mitigasi. Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, pemerintah terus memenuhi kebutuhan peralatan yang diperlukan untuk menangani karhutla di lapangan.
Menurut dia, penambahan helikopter, peralatan pemadaman, hingga mesin bor untuk mendapatkan sumber air terus dilakukan.
“Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi. Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah,” ujar Prabowo.
Gerah lihat karhutla, berujung panggil pakar
Prabowo ‘gerah’ dengan kejadian karhutla yang terus terjadi setiap tahun.
Prabowo pun memanggil 22 pakar ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026), di mana salah satunya adalah Bagus Muljadi dari Nottingham University.
“Saudara-saudara sekalian, para profesor. Jadi masalah yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara adalah antara lain kebakaran hutan. Dan khususnya kebakaran hutan yang di atas lahan gambut,” ujar Prabowo.
“Masalahnya, masalah kebakaran hutan, kita tiap tahun kita mengalami kebakaran hutan. Ada satu fenomena ya, bahwa tetangga-tetangga kita juga punya hutan. Tapi, mungkin mereka tidak punya gambut sebesar kita, mungkin ya. Kalian yang lebih tahu lah, kalian yang mengerti makanya saya mengundang saudara-saudara,” sambung dia.
Prabowo pun menekankan betapa pentingnya pendekatan ilmiah dalam memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.
Prabowo mengatakan, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut, mulai dari langkah pencegahan hingga kemungkinan pemanfaatan gambut secara produktif.
Dia meminta tolong kepada para pakar itu, apa yang harus pemerintah lakukan supaya karhutla tidak terjadi kembali.
“Sebagai ahli, tolong saya diberi tahu apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama, kedua kawasan hutan yang ada gambutnya, dua hal. Dan ketiga yang saya minta saran dari saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” tanya Prabowo.
Prabowo menegaskan, keterlibatan para pakar merupakan bagian penting dalam membahas persoalan yang dihadapi pemerintah.
Prabowo menyampaikan penghargaannya terhadap peran para ahli dalam memberikan masukan berdasarkan bidang keilmuan dan pengalaman masing-masing.
“Saya paling hormat sama pakar, enggak bisa apapun saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira karena saya selalu cari pakar,” kata dia.
Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipasi agar karhutla yang terjadi pada tahun-tahun mendatang dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi lebih parah.
Menurut dia, langkah pencegahan perlu dipersiapkan sebelum kebakaran terjadi.
“Jadi, sekarang saya sudah perintahkan ya, sudahlah kita antisipasi,” ucap Prabowo.
Prabowo kemudian menekankan perlunya kesiapan mitigasi fisik sebelum kebakaran terjadi.
Kesiapan pemadam kebakaran serta pembangunan sarana seperti embung dan penyediaan pompa perlu dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi.
“Jadi bagaimana saya minta masukan dari saudara-saudara what we have to do ya soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, jauh sebelum kebakaran bikin embung-embung, belum ada kebakaran bikin pompa-pompa-pompa siapkan semua itu,” ujar dia.
Sementara itu, dalam konteks penanganan lahan gambut, Prabowo menilai, upaya mitigasi juga perlu didukung oleh pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
“Tapi dengan gambut kalau bisa ada jawaban ilmiah, a scientific solution,” imbuh dia.
Klaim karhutla sudah turun drastis
Kini, Prabowo memamerkan luas wilayah yang mengalami karhutla sudah menurun drastis, dari yang tadinya ratusan ribu hektar, kini tersisa ratusan saja.
Prabowo mengeklaim itu merupakan efek dari pemerintah yang turun tangan besar-besaran.
“Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan,” ujar Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Prabowo menyampaikan, tadinya, dirinya mengira masih ada ratusan ribu hektar wilayah yang terdampak karhutla.
Namun, setelah mendapat laporan dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto, luas karhutla di 6 provinsi tersisa 639,23 hektar saja.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya,” ucap dia.
Meski begitu, Prabowo meminta agar hutan harus dijaga ke depannya.
Dia pun memerintahkan MenPAN-RB Rini menyiapkan 70.000 polisi hutan.
Selain itu, Prabowo juga ingin mitigasi karhutla dilakukan sejak di tingkat desa.
“Ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya saja polisi hutan, ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan ya,” ujar dia.
Sementara itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berjuang memadamkan karhutla.
“Saya ucapkan terima kasih atas jerih payah saudara-saudara, para panglima, para kapolda, ya para pejabat di daerah-daerah,” imbuh dia.
Sumber: Tribun News


