MEDIASMART.ID – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui berbagai skema, dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga penambahan pasukan dan peralatan.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan, pemerintah tidak berpangku tangan hanya menunggu hujan alami untuk memadamkan karhutla yang diprediksi baru akan turun pada awal November.
“Seperti yang diprediksi oleh BMKG, hujan alami ini baru akan ada di Kalimantan Tengah ini mungkin nanti di awal November. Sementara operasi modifikasi cuaca terus kita lakukan, kita tidak pernah berpangku tangan,” ujar Raja di TN Sebangau, Kalteng, Selasa (13/10/2026), dikutip dari keterangannya.
Raja menjelaskan, OMC terus diupayakan ketika terdapat bibit awan hujan yang dapat disemai untuk membantu proses pembasahan wilayah.
Menurut dia, penyemaian tidak hanya dilakukan di wilayah yang sedang mengalami karhutla, tetapi juga dapat dilakukan di wilayah lain yang memiliki potensi awan untuk mendukung upaya pelembaban.
“OMC dilakukan di mana ada bibit awan ya. Apakah itu kabupaten yang ada karhutla atau tidak, tetap kita semai untuk melakukan pelembaban. Kalau syukur-syukur pemadaman dengan curah hujan yang tinggi,” jelasnya.
Penanganan karhutla dari udara dan darat
Selain OMC, pemerintah juga memperkuat penanganan karhutla dari udara helikopter yang membawa water bombing.
Dia mengatakan, operasi udara kerap menghadapi kendala visibilitas sehingga helikopter tak selalu dapat diterbangkan.
Namun, menurutnya, pemerintah terus memanfaatkan celah kondisi cuaca jika memungkinkan untuk dilakukan pemadaman dari udara.
Di sisi lain, Raja mengatakan, pemadaman via jalur darat juga terus diperkuat dengan penambahan kekuatan personel dan peralatan.
Dia juga menyebutkan, Kapolda Kalteng telah mendorong penambahan pasukan darat dengan peralatan yang memadai.
Selain itu, Pangdam setempat juga turun langsung memimpin pemadaman di lapangan.
“Strategi penanganan diperkuat dengan pemantauan menggunakan drone thermal untuk mengidentifikasi pergerakan kepala api dan menentukan strategi pemadaman,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Raja menyampaikan terima kasih atas setiap kritik, saran dan evaluasi terkait karhutla.
“Jadi sekali lagi terima kasih ya kritik saran, evaluasi, bahkan kritik pedas sekalipun ya. Kami dengar. Itu menjadi motivasi kami untuk bergerak lebih serius lagi untuk mengatasi ini,” ujar Menhut.
Sumber: Tribun News


