MEDIASMART.ID – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meresmikan reaktivasi pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano sebagai jalur perlintasan resmi masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia.
Peresmian ditandai dengan kegiatan Soft Launching Reaktivasi Pengoperasian PLB Temajuk–PKS Telok Melano di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026).
Peresmian dilakukan Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP. Prosesi ditandai dengan pemotongan pita bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Sambas, dan Pengarah Kastam Diraja Malaysia Datuk Haji Norizan Bin Haji Yahya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Gedung PLB Temajuk.
“Alhamdulillah, Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, sah untuk menyelenggarakan pelayanan lintas antarnegara bagi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ujar Makhruzi dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (22/8/2026).
Serentak di 15 Wilayah Perbatasan Negara Sebagian Tenaga Kesehatan Belum Memiliki Jaminan Sosial, Pendataan Dikebut Akhir September.
Reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia–Malaysia pada 8 Juni 2023 serta hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja (Sekber KK) atau Jawatan Kuasa Kelompok Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (JKK Sosek Malindo) Tahun 2026.
Makhruzi mengatakan, pengoperasian kembali jalur perlintasan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat terkait pembukaan akses Temajuk–Telok Melano.
Menurutnya, pembukaan perbatasan merupakan proses yang membutuhkan kesepakatan dan kesiapan kedua negara karena berkaitan langsung dengan aspek kedaulatan.
“Launching dan aktivasi PLB merupakan jawaban dari harapan, impian, dan pertanyaan publik mengenai kapan sempadan Temajuk dan Telok Melano kembali dibuka. Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara,” jelas Makhruzi.
Atas nama pemerintah, Makhruzi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan reaktivasi perlintasan tersebut, khususnya melalui kerja sama sosial ekonomi antara Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak.
“Ini merupakan babak baru untuk membuka kembali interaksi, mobilitas sosial, budaya, dan tradisi warga negara di sempadan kedua negara,” ucapnya.
Perkuat hubungan ekonomi hingga pariwisata Menurut Makhruzi, reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano tidak hanya berkaitan dengan pembukaan akses secara fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, serta pariwisata kedua negara.
Tegaskan Akuntabilitas Anggaran Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pemerintah berharap, keberadaan jalur tersebut dapat memperlancar mobilitas orang dan barang sekaligus memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat perbatasan. Pada tahap awal, mekanisme akses dan dokumen perjalanan masih mengacu pada koridor BCA Indonesia–Malaysia Tahun 2023.
Pemerintah sendiri berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan setelah kawasan tersebut dikembangkan menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk melalui penggunaan paspor sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejalan dengan reaktivasi perlintasan, BNPP juga melihat sejumlah peluang pengembangan kawasan Temajuk dan Telok Melano.
Salah satunya adalah pengembangan koridor pariwisata bahari yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan destinasi lain di sekitarnya, baik di Malaysia, seperti Sematan, Kuching, dan Miri, maupun di Indonesia, seperti Singkawang, Serasan, dan Natuna.
Lihat Foto Soft Launching Reaktivasi Pengoperasian PLB Temajuk?PKS Telok Melano di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026).(BNPP) Selain itu, terdapat gagasan pengembangan Temajuk sebagai kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan pintu gerbang negara, termasuk pelayanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, serta fungsi terkait lain sesuai tipologi dan status kawasan.
Tegaskan Akuntabilitas Anggaran Pengelolaan Kawasan Perbatasan Dalam jangka panjang, pengembangan Temajuk juga berpotensi diarahkan sebagai kawasan ekonomi khusus sektor pariwisata perbatasan atau model pengembangan strategis lain yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.
Makhruzi berharap, sinergi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan diperkuat untuk menyusun desain pembangunan Temajuk secara terpadu.
Kerja sama tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada tingkat bilateral lokal, tetapi dapat berkembang melalui forum kerja sama kawasan yang lebih luas.
“Kami berharap, persahabatan dan kerja sama antarnegara yang telah dihasilkan oleh Sosekda Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, seperti forum kerja sama Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle,” tutur Makhruzi.
Percepatan Pembangunan di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan Reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano menjadi langkah konkret untuk menghadirkan kembali konektivitas resmi di kawasan perbatasan sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara. Terhubungnya akses itu diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan.
Sumber : Tribun News


