MEDIASMART.ID – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota OPM di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).
Rencana pemberian kenaikan pangkat tersebut disampaikan Ali kepada Panglima Korps Marinir (Pangkomar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi dan jajaran TNI AL lainnya dalam video conference pada Senin (13/10/2026).
“Dalam kegiatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa prajurit yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti pendidikan,” bunyi keterangan Dinas Penerangan Korps Marinir, dikutip pada Selasa (13/10/2026).
Menurut Korps Marinir, penghargaan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di sisi lain, pembahasan dengan KSAL itu juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Dispen Korps Marinir.
Bukan hanya itu, pembahasan juga mencakup kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi.
“Dan diharapkan juga akan ada penambahan satuan bantuan udara yang akan dimiliki Korps Marinir,” tulis Dispen Korps Marinir.
Marinir lumpuhkan OPM
Diberitakan sebelumnya, Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir yang tergabung dalam Koops TNI Habema terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan hutan di utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengungkapkan, sebanyak tiga anggota OPM dilaporkan meninggal dunia akibat kontak tembak tersebut.
“Kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Riyanto dalam keterangannya, Jumat.
Dari tiga orang yang dilaporkan tewas, satu di antaranya telah diidentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya.
Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses identifikasi dan pendalaman.
Keduanya diduga bernama Yesias Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Sorong Raya, serta Antonius Assem alias Anton Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.
Sumber: Tribun News


