MEDIASMART.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau berjalan baik. Hal tersebut disampaikan Tito saat mengikuti Rapat Internal Karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
Tito menyampaikan, salah satu faktor yang mendukung pencegahan karhutla di Riau adalah langkah pemerintah daerah (pemda) dalam mengantisipasi potensi pembakaran, termasuk dengan melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Kami melihat bahwa di Riau ini pencegahannya bagus awalnya pak, karena kami mendengar dari awal perusahaan-perusahaan sawit itu dikumpulkan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kemudian ditekan jangan sampai ada pembakaran,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin.
13 Orang Jadi Tersangka Selain pendekatan ke perusahaan, Tito mengatakan bahwa pencegahan juga diperkuat melalui keterlibatan aparat dan pemerintah hingga tingkat kecamatan dan desa. Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Diblokir? Polda Metro: Hanya Penundaan.
Menurutnya, langkah tersebut memungkinkan pemetaan terhadap pihak-pihak yang sebelumnya diketahui memiliki kebiasaan melakukan pembakaran. Tito menambahkan, langkah pencegahan tersebut perlu terus dilakukan meskipun kondisi karhutla telah terkendali. Hal ini mengingat potensi musim kemarau dan fenomena El Nino yang dapat memperpanjang periode rawan kebakaran.
“Saran kami memang langkah ini terus dilanjutkan untuk mencegah jangan sampai (ada) pembakaran baru. Jangan sampai kendor bapak karena ini kan panasnya masih berlanjut pak. Kalau diperkirakan nanti kan El Nino agak panjang gitu,” jelas Tito.
Penguatan pencegahan harus tetap menjadi perhatian hingga seluruh potensi karhutla benar-benar dapat dikendalikan. Bahkan, langkah tersebut diharapkan tidak berhenti ketika luasan lahan terbakar telah berhasil ditekan. “Mungkin meskipun nanti 900 hektare (ha) sudah selesai, terus saja apa namanya itu, tidak kendor (pencegahannya) gitu pak,” tutur Tito.
Sebagai informasi, rapat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo itu dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan pejabat terkait lainnya.
Sumber: Tribun News


