MEDIASMART.ID – Ketua Komisi Yudisial (KY) tiba-tiba mengucapkan permintaan maaf kepada Mahkamah Agung (MA) saat pembukaan seleksi wawancara terbuka calon hakim agung, calon hakim ad hoc HAM, dan calon hakim ad hoc Tipikor Mahkamah Agung, Senin (3/8/2026).
“Sebagai Ketua KY, saya meminta maaf kepada beliau (Ketua MA) dan kepada seluruh hakim di Indonesia atas permasalahan tersebut semoga hal itu tidak terjadi lagi,” katanya seperti dilansir ANTARA, Senin. Permintaan maaf ini erat kaitannya dengan konferensi pers pada 30 Juli 2026 yang digelar KY.
Saat itu, KY melalui Ketua Bidang Pengawasan Hakim KY Abhan membeberkan adanya rekomendasi sanksi untuk 121 orang hakim sepanjang Januari-Juni 2026.
Hal ini menjadi sorotan, lantaran gaji hakim sudah naik, rekomendasi sanksi kepada hakim juga justru naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“KY menjatuhkan sanksi kepada 121 orang hakim karena terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku pada Januari sampai Juni 2026. Peningkatan jumlah rekomendasi sanksi pada periode Januari 2026 terbilang signifikan dibanding periode yang sama 2025 yang hanya 49 orang,” kata Abhan saat konferensi pers akhir bulan lalu.
“Jadi kalau dari jumlah ini ada kenaikan signifikan 100 persen lebih. Jadi pada tahun 2025 semester pertama 49, kemudian ini ada 121,” katanya lagi.
Data sebelum kenaikan gaji Empat hari berselang, Abdul Chair minta maaf, kemudian memberikan klarifikasi bahwa rekomendasi sanksi tersebut berdasarkan laporan sebelum gaji hakim naik.
Data tersebut merupakan kenaikan kinerja pengawasan perilaku hakim yang dilakukan oleh KY selama semester I tahun 2026.
Meski demikian, laporan yang diproses tersebut terjadi sebelum adanya kenaikan gaji maupun tunjangan hakim.
“Kinerja itu adalah tidak lain tidak bukan hanya kenaikan kinerja pada semester pertama di mana hal itu terjadi sebelum adanya kenaikan apakah itu gaji maupun tunjangan bagi Hakim,” ujarnya.
Abdul juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Ketua MA Sunarto usai kejadian tersebut.
“Saya kemarin sudah berbicara langsung kepada Yang Mulia, yang amat terpelajar, Profesor Sunarto atas terjadinya kesalahpahaman dan kekeliruan yang narasi yang disampaikan saat konferensi itu terjadi,” kata Abdul.
Sumber : Tribun News


