MEDIASMART.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar apapun tidak akan memberikan makna apabila penggunaannya belum menjawab harapan dan urusan rakyat. Menurut Puan, bagi seorang petani, seorang anak yang ingin sekolah tinggi, bagi pencari kerja yang menghidupi keluarga, APBN tidak akan terasa jika tidak membantu kehidupan mereka.
“Bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan, seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya, rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan, seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya, atau urusan rakyat lainnya, angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,” kata Puan, dalam Sidang RUU APBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Oleh karena itu, Puan menilai, APBN tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan.
“APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik,” tutur dia.
“Harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan, kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial,” ucap dia.
Ia mengungkap, APBN adalah pilihan politik tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat.
Pada tahun 2000, kata Puan, APBN berada pada besaran Rp 197 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp 1.126 triliun.
“Dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat.
Pada tahun 2026, APBN sebesar Rp 3.842 triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000,” kata dia.
Sementara APBN 2027, Puan mengungkap perkiraan angkanya mendekati Rp 4.000 triliun.
“APBN tahun 2027, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun,” sambung dia.
Sumber: Tribun News


