MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Warga Jalan Inspeksi Kanal Pampang, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan insiden tenggelamnya empat pemuda di kanal setempat pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar hingga ratusan orang memadati lokasi untuk menyaksikan proses pencarian korban yang dilakukan oleh tim gabungan.
Suasana di sekitar kanal tampak ramai sejak malam hari. Tim SAR bersama petugas gabungan terlihat melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di tengah derasnya arus air kanal. Proses pencarian berlangsung cukup sulit karena kondisi lokasi yang gelap serta banyaknya eceng gondok yang menutupi permukaan air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat pemuda tersebut diduga melompat ke kanal dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyebutkan keempat pemuda itu bekerja sebagai petugas kebersihan. Mereka masing-masing berinisial SK (25), RH (22), RP (17), dan OM (25).
Dari empat orang tersebut, tiga berhasil diselamatkan oleh warga dan petugas yang berada di lokasi. Sementara satu orang lainnya, yakni OM yang akrab disapa Oma, hingga kini masih dalam pencarian.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Uji Mughni, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian menerima laporan mengenai satu korban yang belum ditemukan setelah tenggelam di kanal.
Menurut Uji, para pemuda tersebut diduga berada dalam pengaruh alkohol sebelum kejadian terjadi. Mereka diketahui berteman dan berkumpul bersama sebelum akhirnya melompat ke kanal. Dugaan sementara, korban OM melompat sendiri ke dalam air ketika berada dalam kondisi mabuk.
“Kami masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian.
Sementara itu, anggota Satlinmas sekaligus Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) setempat, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, warga sekitar mendadak panik setelah mendengar teriakan meminta tolong dari arah kanal.
Abdul Hakim mengatakan salah satu teman korban sempat mencoba memberikan pertolongan ketika OM terseret arus air. Namun derasnya arus kanal membuat upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan. Korban akhirnya hilang terbawa arus sebelum petugas datang ke lokasi.
Pencarian terhadap korban masih terus dilakukan hingga malam hari dengan melibatkan aparat kepolisian, BPBD, tim SAR, serta bantuan warga sekitar. Petugas menyisir area kanal secara perlahan karena arus air cukup deras dan kondisi penerangan di lokasi terbatas.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena kawasan Kanal Pampang dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama saat debit air meningkat. Selain itu, keberadaan eceng gondok yang menutupi permukaan air juga dinilai dapat membahayakan siapa saja yang terjatuh atau masuk ke dalam kanal.
Warga sekitar berharap korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Mereka juga mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar kanal, terlebih dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Selain membahayakan diri sendiri, tindakan tersebut juga dapat memicu kepanikan dan risiko keselamatan bagi orang lain di sekitar lokasi.
Sumber: Tribun Makassar


